Rabu, 17 Desember 2014

Tugas Individu Untuk Kelas 14 A dan 14 B (Biologi Umum)

Tugas Individu (Reproduksi Manusia)

  1. Jelaskan Proses Terjadinya Menstruasi pada Wanita?dan faktor-faktor apa saja yang       mempengaruhinya?
  2. Jelaskan Mengapa Pria tidak Mengalami Menstruasi?
  3. Apa yang dimaksud dengan manopause? jelaskan yang mempengaruhi maopause?
Tugas Individu (Adaptasi)


1. Pernyataan berikut ini yang termasuk adaptasi morfologi adalah ...............
    A. Itik mempunyai kaki yang berselaput renang
    B. Bunga kenanga mempunyai bau yang harum
    C. Dalam perut besar sapi terdapat enzim selulase
    D. Kerbau sering berkubang pada hari yang panas

2. Bentuk adaptasi yang paling sulit untuk dikenali adalah ................
    A. Adaptasi morfologi          C. Adaptasi fisiologi
    B. Adaptasi perilaku             D. Adaptasi behavior

3. Yang merupakan adaptasi tingakah laku adalah ................
    A. Urine ikan laut lebih pekat daripada urine ikan air tawar
    B. Lambung pada ruminantia terdiri atas empat bagian
    C. Paus secara periodik muncul kepermukaan
    D. Ikan mempunayi alat gerak berupa sirip

4. Untuk mengetahui arus air, ikan mempunyai ................
    A. Gelembung renang         C. Sirip
    B. Gurat sisi                         D. Sisik

5. Ikan mempunyai alat penerangan khusus mempunyai habitat di zona ................
    A. Fotik            C. Temaram
    B. Afiotik          D. Pasang surut

6. Untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan air, teratai mempunyai ................
    A. Akar tunjang       C. Batang yang berongga
    B. Akar jangkar       D. Akar gantung

7. Diantara tumbuhan berikut yang seluruh tubuhnya tenggelam dalam air adalah ................
    A. Teratai                 C. Kangkung
    B. Eceng gondok      D. Hydrilla

8. Burung kolibri mempunyai paruh panjang, runcing, kecil, dan melengkung. Bentuk paruh tersebut sesuia dengan makanannya berupa ................
     A. Madu          C. Daging
     B. Biji-bijian     D. Tunas muda

9. Adaptasi morfologi pada tumbuhan higrofit adalah ................
    A. Mempunyai perakaran yang lebat dan panjang
    B. Mempunyai daun yang lebar dengan stomata sukup banyak
    C. Mempunyai batang berongga
    D. Mempunyai akar berongga

10. Adaptasi morfologi pada serangga dapat dilihat pada ................
    A. Bentuk sayapnya      C. Jumlah bagian tubuhnya
    B. Jumlah kakinya         D. Tipe mulutnya

11. Diantara serangga berikut ini yang mempunyai tipe mulut penggigit adalah ................
    A. Lalat         C. Kecoa/lipas
    B. Nyamuk    D. Kupu

12. Pohon randu selalu menggugurkan daun pada musim kemarau yang panjang dengan tujuan untuk ................
    A. Meperlancar penguapan air
    B. Memeperlancar penyerapan air
    C. Mengurangi penguapan air
    D. Mengurangi produksi makanan

13. Lumba-lumba termasuk jenis mamalia yang hidup di air. Hewan tersebut menyesuaikan diri dengan cara ................
    A. Bernapas dengan insang    C. Alat gerak berupa sirip
    B. Reproduksi dengan telur    D. Kulitnya tertutup oleh sisik

14. Pasangan hewan berikut yang bersaing dalam mendapatkan makanan adalah ................
    A. Rusa dan zebra           C. Ular dan tikus
    B. Serigala dan rusa         D. Elang dan merpati

15. Tanaman berikut yang hampir punah dan dilindungi di Indonesia ................
    A. Bunga bangkai raksasa        C. Bougenvile
    B. Mahoni                                D. Pakis haji

16. Nenek moyang burung finch dikepulauan Galapagos berasal dari ................
    A. Amerika Selatan         C. Amerika utara
    B. Afrika Selatan             D. Afrika utara

17. Didaerah asalnya nenek moyang burung finch adalah pemakan ................
    A. Daging               C. Serangga
    B. Biji-bijian           D. Daun muda

18. Burung finch yang mempunyai paruh dengan ciri panjang, lurus, dan lidahnya terbelah adalah ................
    A. Finch pelatuk
    B. Finch pohon pemakan tumbuhan
    C. Finch kaktus
    D. Finch tanah


19. Terbentuknya individu baru yang didahului oleh peristiwa peleburan sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina disebut ................
    A. Perkembangbiakan generatif      C. Pembuahan
    B. Perkembangbiakan vegetatif       D. Fertilisasi

20. Diantara tumbuhan berikut ini yang bisa melakukan perkembangbikan generatif dan vegetatif adalah ................
    A. Lumut        C. Kelapa
    B. Bambu        D. Tebu

Soal Essay.
1. Apa yang dimaksud dengan adaptasi ?
2. Sebutkan tiga macam adaptasi pada mahluk hidup !
3. Mengapa adaptasi morfologi sangat mudah dikenali ?
4. Sebutkan 4 tipe mulut pada serangga dan beri contohnya !
5. Apa yang dimaksud dengan tropofit ?
6. Apa yang dimaksud dengan evolusi ?
7. Apa yang dimaksud dengan fertilisasi ?
8. Apa yang dimaksud dengan habitat ?
9. Buatlah bagan hubungan antara seleksi alam,adaptasi,evolusi,dan terbentuknya spesies baru 
10. Apakah tujuan dari perkembangbikan mahluk hidup ?

Sabtu, 13 Desember 2014

Bio 14 A dan B (Materi Adaptasi)



IV. ADAPTASI

Adaptasi merupakan kemampuan yang dimiliki suatu organisme untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Adaptasi organisme terhadap lingkungannya sendiri adas tiga (3) proses yaitu: 1) Adaptasi morfologi, 2) Adaptasi fisiologi, dan 3) Adaptasi tingkah laku.

A.    Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh atau alat – alat tubuh terhadap lingkungan.
Contoh :
1.      Kaki burung.
Bentuk kaki burung disesuaikan tempat hidup dengan cara hidupnya.
Ada 4(empat) macam tipe kaki burung :
a.       Kaki burung pemanjat
b.      Kaki burung perenang
c.       Kaki burung pencengkeram
d.      Kaki burung petengger

a.       Kaki burung pemanjat
Ada 2 (dua) jari ke depan dan 2 (dua ) jari ke belakang.
Misal : Pelatuk

b.      Tipe kaki burung perenang
Pada tiap-tiap jari terdapat selaput
Misal : Itik

c.       Tipe kaki burung pencengkeram
Pada jari-jari besar pendek dan berkuku tajam
Misal : Elang


d.      Tipe kaki burung petengger.
Pada 3 (tiga) jari ke depan 1 (satu) jari ke belakang semua terletak pada satu bidang datar.


  












 







Pada adaptasi morfologi pada tumbuhan jenis tumbuhan berdasar habitatnya, yaitu:
1.      Xerofit : hidup di tempat kurang air (gurun)
Misal: Kaktus
2.      Higrofit : Hidup di tempat lembab
Misal : Lumut
3.      Hidrofit : hidup di air
Misal : Teratai
4.      Ropofit: Hidup di daerah tropis
Misal : Jati
5.      Halofit : Hidup di tmpat yang berkadar garam tinggi
Misal : Bakau
B.     Adaptasi Fisiologi
Penyesuaian fungsi alat tubuh terhadap lingkungan berikut berbagai bentuk adaptasi fisiologi pada berbagai organisme.
1.      Herbivora
Pada alat pencernaannya menghasilkan enzim selulase untuk mencerna serta selulosa pada makanannya.
2.      Jumlah eritrosit (sel darah merah)
Pada manusia di sesuaikan dengan kadar oksigen di udara.
3.      Adaptasi ikan terhadap kadar garam.
  1. Ikan air tawar
Ikan air tawar beradaptasi terhadap lingkungannya dengan cara menggunakan insangnya secara aktif untuk menyikat garam yang terlarut dalam air.
Lingkungan air tawar merupakan perairan yang berkadar garam rendah, yaitu kurang lebih 0,06%. Sungai, danau, dan kolam merupakan contoh habitat air tawar. Organisme yang hidup di lingkungan air tawar memasukkan air ke dalam tubuhnya dengan cara osmosis. Hal ini karena salinitas air lebih rendah daripada salinitas air dalam tubuh organisme.
Hewan yang hidup di lingkungan sekuat dinding sel pada tumbuhan. Hewan – hewan yang hidup di air mempunyai organ tubuh khusus untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Misalnya : sirip pada ikan, serta kaki berselaput pada katak dan itik. Selain alat gerak tersebut, hewan air umumnya berbentuk langsing dan memanjang (seperti torpedo). Pada ikan, kulitnya berlendir sehingga memudahkan meluncur di dalam air. Alat pernapasan ikan berupa insang yang hanya dapat bekerja di dalam air. Di sepanjang sisi tubuhnya terdapat gurat sisi untuk mengetahui tekanan air.

b.      Ikan air laut.
Ikan air laut beradaptasi terhadap lingkungannya yang berkadar garam tinggi dengan cara insangnya secara aktif mengeluarkan garam.
Habitat perairan yang berkadar garam tinggi adalah laut. Air lauyt mempunyai salinitas (kadar garam) kurang lebih 3,5%. Jadi, setiap 1.000 ton air laut mengandung 35 ton garam. Oleh karena itu air laut terasa asin. Organisme yang hidup di lingkungan air laut dapat menyesuaikan diri di air yang kadar garamnya tinggi. Kebanyakan organisme laut akan mati jika di tempatkan di air tawar begitu juga sebaliknya.


(1)         Tumbuhan
Organisme yang hidup di daerah pantai berbatu (misalnya rumput laut) beradaptasi dengan cara melekat erat pada batuan, serta memiliki tangkai yang lunak dan basah. Keadaan ini dimaksudkan agar rumput laut tetap lentur apabila terkena hempasan ombak.
Di daerah pantai berlumpur yang memiliki kadar oksigen rendah, terdapat tumbuhan bakau. Tumbuhan ini mempunyai akar apas yang berfungsi untuk membantu pengambilan udara

(2)         Hewan
Hewan yang hidup di lingkungan air berkadar garam tinggi (laut), misalnya rumput laut berbagai jenis ikan, bernakel, dan siput laut. Bernakel melekat pada batuan sedangkan siput laut memiliki perisai keras untuk melindungi tubuhnya yang lunak. Seperti halnya ikan air tawar, ikan laut juga memiliki bentuk tubuh dan perlengkapan lainnya yang memungkinkannya bergerak dengan baik di air.

C.    Adaptasi tingkah laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian organisme terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku.
Contoh :
a.       Otonomi
Kemampuan untuk memutuskan bagian tubuhnya untuk mengelabui lawannya.
Contoh : Cecak
b.      Mimikri
Kemampuan untuk mengubah warna kulitnya untuk penyamaran.
Contoh : Bunglon
c.       Mamalia air
Contoh : Paus

Materi untuk Kelas Bio14 A dan B



III. REPRODUKSI PADA MANUSIA

            Reproduksi pada manusia merupakan aktivitas yang berhubungan dengan sex. Sex yang dimaksud untuk lebih diarahkan kepada kesehatan dan kehidupan kekeluargaan. Oleh karena itu ada ahli yang menyebutnya dengan istilah Familial Hygiene  atau hygiene tentang kehidupan kekeluargaan, karena bicara hygiene tentang kehidupan pasti ada hubungannya dengan sex.
            Kadang orang tua (seorang ibu) akan kebingungan mendapat pertanyaan anaknya yang masih balita, dengan pertanyaan: mama, adik datang/lahir lewat mana ? atau ma, adik putri tidak punya burung seperti punyaku ? dll. Padahal pertanyaan-pertanyaan tersebut haruslah dijawab dengan benar tanpa harus berbohong, tetapi jawaban haruslah bijak dan sesederhana mungkin sesuai pemahaman anak balita. Setelah anak gadisnya berumur sekitar 10 tahun yaitu pada masa adolescence/puber terjadi kegalauan dan kegelisahan pada saat akan datang haid untuk yang pertama kalinya. Begitu juga pada anak laki-lakinya (sekitar umur 14 tahun) yaitu pada waktu pertama kalinya mengalami keluarnya mani (spermatozoa) dalam mimpi dan mendapatkan rasa yang lain dan belum pernah dialami sebelumnya. Sampai akhirnya menjadi dewasa haruslah memahami dan mengerti arti pentingnya sex hygiene bagi kehidupan berkeluarga, yang kesemuanya itu suatu keadaan yang normal biologis dan tidak perlu tabu untuk mendiskusikannya.
            Bicara reproduksi sebagai sex hygiene, maka haruslah dipahami tentang:
A. Maksud dari sex hygiene itu sendiri, yaitu:
1.      Untuk mencegah timbulnya kelainan atau penyakit alat kelamin
2.      Agar alat kelamin mendapat perawatan, sehingga tetap dalam keadaan bersih dan tidak bau
3.      Mencegah perlakuan sex yang tidak sehat dan melanggar norma.

B. Organ atau alat kelamin

Alat kelamin laki-laki terdiri dari:
1.      Prostata
Suatu kelenjar yang mengelilingi leher kandung kemih yang berfungsi penghasil ekskret prostat
2.      Vesicula seminalis
Suatu kelenjar yang disebut glandula vesiculosa dan bersatu dengan ductus deferen
3.      Glandula bulbouretralis
Terdapat dalam membrana urogenital dan saluran keluar membrana urogenital dan bermuara di pars capernosa urethra
4.      Penis
Terdiri dari radix, glans dan corpus. Pada ujung bagian glans terdapat ureficium urethra (lubang keluar) dan suatu lipatan kulit yang mengelilingi glans yang disebut preficium. Pada bagian corpus terdapat cavernae, dimana pada keadaan ereksi (tegang) akan terisi darah yang tidak dapat keluar untuk sementara waktu, sehingga penis menjadi besar dan tegang.
5.      Urethra
Yaitu saluran air kemih bagian luar.
6.      Testis
Terdapat dua buah dan terletak dalam kantong schrotum. Testis merupakan tempat pembentukan spermatozoa, tepatnya pada bagian tubuli seminiferi contorti dan keluar melalui saluran /ductus epididymus yang bermuara di urethra.

Sedangkan alat kelamin perempuan terdiri dari:
1.      Monsveneris
Bagian luar yang ditumbuhi oleh rambut
2.      Labium majora
Merupakan dua lipatan besar mulai dari monsveneris sampai perinium.
3.      Labium minora
Merupakan dua lipatan selaput lendir terletak di bawah dan mengelilingi clitoris.
4.      Clitoris
Terdiri dari dua cavernosa, dan menunjukkan persamaan dengan penis pada laki-laki
5.      Vagina
Saluran yang dapat membesar dan menuju ke uterus
6.      Uterus atau rahim
Merupakan tempat menempel dan berkembangnya janin
7.      Tuba uterine
Saluran tempat menangkap ovum (sel telur) yang dihasilkan oleh ovarium
8.      Ovarium
Merupakan organ penghasil ovum, dan berjumlah dua buah.


                                              

C.Haid dan Menopouse

            Haid (sering disebut menstruasi/datang bulan) dan menopouse hanya terjadi pada perempuan dan ini merupakan kegiatan biologis. Haid  merupakan bagian dari siklus reproduksi  (menstruasi) yang datang setiap bulan, yaitu keluarnya darah bercampur kotoran ovum yang telah mati/busuk. Periode menstruasi secara normal adalah 21 – 36 hari dan umumnya rata-rata 28 hari, dan lama haid 3 – 7 hari.
            Haid untuk pertama kali keluar adalah pada umur kira-kira 14 tahun dan akan terulang setiap bulannya, kecuali bila hamil atau menopouse. Seorang gadis bila sudah mengalami haid/menstruasi, maka ia sudah masak kelamin artinya sudah mengasilkan ovum dan dapat hamil apabila bertemu spermatozoa.
            Menopouse merupakan akhir dari masa produktif untuk menghasilkan ovum. Jadi seorang perempuan yang telah menopouse tidak mengalami haid/menstruasi lagi. Umur seorang perempuan menopouse tidaklah sama seperti juga mulai menstruasi (dikenal sebagai puber atau adolescence), tetapi kurang lebih umur 50 tahun.
Masa haid dan menopouse dipengaruhi oleh:
1.      pekerjaan
2.      usia
3.      iklim
4.      emosi/kejiwaan
5.      penyakit.

Jumat, 28 November 2014

Manajemen dan Tekhnik Laboratorium



MANAJEMEN DAN
TEKNIK LABORATORIUM


A.  Pengertian Laboratorium
Laboratorium (disingkat lab) adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan percobaan maupun pelatihan yang berhubungan dengan ilmu fisika, biologi, dan kimia atau bidang ilmu lain, yang merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka seperti kebun dan lain-lain.
Ada beberapa jenis laboratoium:
1.     Laboratorium pengajaran (teaching laboratory)
2.    Laboratoium penelitian (Research laboratory)
3.    Laboratoium penelitian terpadu
B.  Fungsi Laboratorium
Secara garis besar laboratorium dalam proses pendidikan adalah sebagai berikut:
1.     Sebagai tempat untuk berlatih mengembangkan keterampilan intelektual melalui kegiatan pengamatan, pencatatan dan pengkaji gejala-gejala alam.
2.    Mengembangkan keterampilan motorik mahasiswa. mahasiswa akan bertambah keterampilannya dalam mempergunakan alat-alat media yang tersedia untuk mencari dan menemukan kebenaran.
3.    Memberikan dan memupuk keberanian untuk mencari hakekat kebenaran ilmiah dari sesuatu objek dalam lingkungan alam dan sosial.
4.    Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai modal sikap ilmiah seseorang calon ilmuan.
5.    Membina rasa percaya diri sebagai akibat keterampilan dan pengetahuan atau penemuan yang diperolehnya.
C.  Peranan Laboratorium
Adapun peranan laboratorium antara lain :
1.     Laboratorium sebagai tempat timbulnya berbagai masalah sekaligus sebagai tempat untuk memecahkan masalah tersebut.
2.    Laboratorium sebagai tempat untuk melatih keterampilan serta kebiasaan menemukan suatu masalah dan sikap teliti.
3.    Laboratorium sebagai tempat yang dapat mendorong semangat mahasiswa untuk memperdalam pengertian dari suatu fakta yang diselidiki atau diamatinya.
4.    Laboratorium berfungsi pula sebagai tempat untuk melatih mahasiswa bersikap cermat, bersikap sabar dan jujur, serta berpikir kritis dan cekatan.
5.    Laboratorium sebagai tempat bagi para peserta didik untuk mengembangkan ilmu pengetahuannya.
D.  Manajemen Laboratoium
Manajemen laboratorium (Laboratory management) adalah usaha untuk mengelola laboratorium berdasarkan konsep manajemen baku. Suatu laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu manajemen laboratoium adalah suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan laboratoium sehari-hari.
Perangkat-perangkat manajemen laboratoium yang dimaksud yaitu:
1.     Tata ruang
Untuk tata ruang, sebaiknya ditata sedemikian rupa sehingga laboratoium dapat berfungsi dengan baik. Tata ruang yang sempurna dimulai sejak perencanaan gedung pada waktu dibangun. Tata ruang yang baik harus mempunyai:
a.    Mempunyai pintu masuk (in)
b.    Mempunyai pintu keluar (out)
c.    Mempunyai pintu darurat (emergency exit)
d.    Ruang persiapan (preparation room)
e.    Ruang peralatan (equipment room)
f.     Ruang pengasapan (fume hood)
g.    Ruang penyimpanan/gudang (storage room)
h.    Ruang staf (staff room)
i.     Ruang teknisi
j.     Ruang seminar (seminar room)
k.    Ruang kerja (activity room)
l.     Ruang istirahat/ibadah
m.  Ruang prasarana kebersihan
n.    Ruang peralatan keselamatan kerja
o.   Lemari praktikan (locker)
p.    Lemari gelas (glass room)
q.    Lemari alat-alat optic (opticals room)
r.     Jendela kassa
s.     Fan (untuk dehumidifier)
t.     Ruang AC untuk alat-alat tertentu
2.    Alat yang baik dan terkalibrasi
Pengenalan terhadap peralatan laboratoium merupakan kewajiban bagi setiap petugas laboratorium untuk mengetahuinya, terutama mereka yang akan mengoperasikan peralatan tersebut. Setiap alat yang dioperasikan itu harus benar-benar dalam kondisi:
a.    Siap untuk dipakai (ready for use)
b.    Bersih
c.    Terkalibrasi
d.    Tidak rusak
e.    Beroperasi dengan baik
Peralatan laboratoium sebaiknya dikelompokkan berdasarkan penggunaannya. Setelah selesai digunakan harus segera dibersihakan kembali dan disusun seperti semula. Semua alat-alat ini sebaiknya diberi penutup (cover), misalnya plastik transparan, terutama bagi alat-alat yang memerlukannya.
a.    Untuk alat-alat gelas
Alat-alat gelas harus selalu dalam keadaan bersih, apalagi peralatan gelas yang sering dipakai. Untuk alat-alat gelas yang memerlukan sterilisasi, sebaiknya di sterilisasi sebelum dipakai. Semua alat-alat gelas ini seharusnya ditempatkan pada lemari khusus.
b.    Untuk bahan-bahan kimia
Untuk bahan kimia yang bersifat asam dan alkalis, sebaiknya ditempatkan pada ruang/kamar fume (untuk mengeluarkan gas-gas yang mungkin timbul). Demikian juga untuk bahan-bahan yang mudah menguap. Ruang fume perlu dilengkapi kipas agar udara/uap yang ada terpompa keluar. Bahan kimia yang ditempatkan dalam botol berwarna coklat/gelap tidak boleh terkenan sinar matahari langsung karena dapat menimbulkan panas dan bahkan ledakan, sebaiknya ditempatkan pada lemari khusus.
c.    Alat-alat mikroskop
Mikroskop dan peralatannya seharusnya disimpan pada tempat-tempat yang kering dan tidak lembab. Kelembaban tinggi akan menyebabkan lensa-lensa berjamur. Mikroskop selalu ditempatkan dalam kotak atau lemari yang biasanya dilengkapi silica gel, untuk lemari biasanya diberi lampu pijar 15-20 watt agar ruangannya tetap selalu panas dan akan mengurangi kelembaban udara (dehumidifier air)
3.    Infrastruktur
Keberadaan tata ruang laboratorium tidak dapat dilepaskan dari bentuk laboratorium dan Infrastruktur laboratorium. Betapun baiknya tata ruang jika tidak dilengkapi infrastruktur laboratrium yang cukup, maka tata ruang tersebut pastinya tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Infrastruktur laboratorium dibagi menjadi:
a.    Laboratory assessment
Mencakup bahasan tentang lokasi laboratoium, konstruksi, pintu, jendela, meja, atap, dinding, lampu, ventilasi, jenis ruangan, AC, ruang bahan, ruang alat, ruang timbangan dan fasilitas lainnya.
b.    Fasilitas umum (general service)
Mencakup pembahasan tentang kebutuhan listrik, instalasi listrik, sumber air, bak penampungan, bak cuci, teknisi, dana dan lain sebagainya.
4.    Administrasi laboratorium
Administrasi laboratoium meliputi segala kegiatan administrasi yang ada di laboratoium, antara lain:
a.    Inventarisasi peralatan laboratoium
b.    Daftar kebutuhan alat baru, alat tambahan, alat rusak, alat yang dipinjam dan dikembalikan
c.    Surat keluar masuk
d.    Daftar peminjaman/pemakaian alat
e.    Daftar pemakaian laboratorium
f.     Daftar inventarisasi bahan kimia dan non kimia
g.    Daftar bahan-bahan gelas
h.    Daftar inventarisasi meubelair
i.     Evaluasi dan pelaporan
5.    Organisasi laboratoium
Organisasi laboratorium meliputi struktur organisasi, diskripsi pekerjaan, serta susunan personalia yang mengelola laboratorium tersebut. Penanggung jawab tertinggi organisasi di dalam laboratorium adalah kepala laboratorium. Kepala laboratorium bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang dilakukan dan juga bertanggung jawab terhadap seluruh peralatan yang ada begitu juga dengan anggota laboratorium yang berada di bawah kepala laboratorium. Untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan pada alat-alat laboratorium, keberadaan tenaga teknisi sangat diperlukan.










                                                                                             























 
















6.    Fasilitas pendanaan
Ketersediaan dana sangat diperlukan untuk operasional laboratoium. Dana dapat diperoleh dari:
a.    SPP
b.    Anggaran rutin
c.    Dana fakultas
d.    Dana operasional
e.    Dana lain-lain (sponsor/donor)
Biaya operasional
a.    Penggunan listrik, air dan gas
b.    ATK
7.    Inventarisasi dan keamanan
Kegiatan inventarisasi dan keamanan laboratoium meliputi:
a.    Semua kegiatan inventarisasi
b.    Keamanan laboratorium, yaitu apakah ada yang hilang, di curi, pindah tempat atau ada yang meminjamnya.
Tujuan yang ingin dicapai dari inventarisasi dan keamanan ini adalah:
(1)  Memcegah kehilangan dan penyalahgunaan
(2) Mengurangi biaya operasional
(3) Meningkatkan kualitas kerja
(4) Mengurangi resiko kehilangan
(5) Mencegah pemakaian berlebihan
8.    Pengamanan laboratorium (keselamatan)
a.    Tanggung jawab
Kepala laboratorium, laboran, teknisi, serta asisten bertanggung jawab penuh atas kecelakaan yang mungkin timbul. Karenanya kepala laboratoium, laboran serta teknisi seharusnya dijabat oleh orang berpengalaman

b.    Kerapian
Semua koridor, jalan keluar, dan alat pemadam harus bebas dari hambatan apapun. Lantai harus bersih dari air, minyak atau bahan kimia yang dapat menyebabkan lantai menjadi licin.
c.    Kebersihan
d.    Perhatian terhadap tugas
Setiap mahasiswa harus berada pada pekerjaan mereka masing-masing, jangan menggangu pekerjaan orang lain
e.    Pakaian
Saat bekerja di laboratorium dilarang memakai baju yang terlalu longgar, kancing terbuka, berlengan panjang, perhiasan dan rambut harus selalu terikat atau rapi
f.     Pertolongan pertama
Semua kecelakaan yang terjadi baik itu besar maupun kecil harus ditangani di ruang pertolongan pertama. Jadi setiap laboratoium harus memiliki kotak PPPK dan selalu mengontrol isinya.
g.    Berlari dalam laboratoium
h.    Pintu-pintu
Pintu-pintu harus dilengkapi dengan jendela pengintip untuk mencegah terjadinya kebakaran
i.     Alat-alat
Alat-alat harus ditempatkan di tengah meja, agar tidak terjatuh ke lantai. Selain itu, alat-alat yang membutuhkan listrik agar di dekatkan dengan sumber listrik. Demikian juga alat yang menggunakan air dan gas.
9.    Keterampilan SDM
Keterampilan para tenaga laboran harus senantiasa ditingkatkan. Peningkatan keterampilan dapat diperoleh melalui peningkatan tambahan seperti workshop, pelatihan ataupun magang.

E.   Kelengkapan Alat Dan Bahan
Dalam hal ini alat mempunyai peranan yang sangat penting bahkan dapat menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan proses praktikum. Secara garis besar alat, ada yang mudah dan ada yang sukar. Adapun administrasi alat praktek, terdiri dari beberapa bagian antara lain :
1.     Kartu stok adalah untuk mengetahui jumlah alat/bahan yang tersedia di laboratorium dan tempat penyimpanannya
2.    Buku inventaris, memuat catatan tentang jumlah semua macam barang yang ada di laboratorium termasuk perabot laboratorium
3.    Buku harian kegiatan laboratorium berguna untuk merekam semua kejadian dalam kegiatan laboratorium
4.    Label, memuat kode alat, nama alat dan jumlah alat dan keterangan mengenai kondisi alat tersebut
5.    Format permintaan alat/bahan, biasanya diisi oleh asisten bila akan melaksanakan kegiatan laboratorium dan diberikan kepada laboran sebelum kegiatan dilakukan
6.    Jadwal kegiatan laboratorium.
F.   Pelaksanaan Kegiatan Praktikum
Untuk melaksanakan kegiatan di laboratorium perlu perencanaan yang sistematis agar dapat dicapai tujuan pembelajaran secara optimal. Kegiatan praktikum dapat dilaksanakan di dalam laboratorium atau di luar laboratorium (di lapangan), tergantung pada kepentingannya di dalam membahas konsep dan subkonsep. Dalam hal ini asisten dengan pertimbangannya dapat mengetahui alat mana yang dapat di bawa ke lapangan dan mana yang harus ada di laboratorium atau tidak mungkin di bawa ke luar.
Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan laboratorium adalah sebagai berikut :
1.     Dosen pada awal tahun semester sebaiknya menyusun program semester. Tujuannya untuk mengidentifikasi kebutuhan alat/bahan serta menyusun jadwal dan untuk keperluan supervisi.
2.    Setiap akan melaksanakan kegiatan laboratorium, asisten sebaiknya mengisi format permintaan/peminjaman alat/bahan kemudian diserahkan kepada penanggung jawab teknis laboratorium atau laboran. Ini diperlukan untuk mempersiapkan alat/bahan serta mengecek fungsi tiap-tiap alat.
3.    Di laboratorium, dosen tidak hanya memberikan bimbingan kepada mahasiswa untuk melakukan eksperimen, tetapi dapat pula menyampaikan konsep atau subkonsep non eksperimen, yang memerlukan alat bantu.
4.    Kegiatan di lapangan juga dapat dilakukan yang merupakan laboratorium alam. Dalam melaksanakan kegiatan di laboratorium alam ini adalah untuk menyampaikan atau menerapkan aplikasi-aplikasi dari materi dalam kehidupan sehari-hari.