MANAJEMEN DAN
TEKNIK
LABORATORIUM
A. Pengertian
Laboratorium
Laboratorium
(disingkat lab) adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan percobaan
maupun pelatihan yang berhubungan dengan ilmu fisika, biologi, dan kimia atau
bidang ilmu lain, yang merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan
terbuka seperti kebun dan lain-lain.
Ada beberapa
jenis laboratoium:
1. Laboratorium pengajaran (teaching
laboratory)
2. Laboratoium penelitian (Research
laboratory)
3. Laboratoium penelitian terpadu
B. Fungsi Laboratorium
Secara garis besar laboratorium dalam proses
pendidikan adalah sebagai berikut:
1. Sebagai tempat untuk berlatih
mengembangkan keterampilan intelektual melalui kegiatan pengamatan, pencatatan
dan pengkaji gejala-gejala alam.
2. Mengembangkan keterampilan motorik mahasiswa.
mahasiswa akan bertambah keterampilannya dalam mempergunakan alat-alat media
yang tersedia untuk mencari dan menemukan kebenaran.
3. Memberikan dan memupuk keberanian
untuk mencari hakekat kebenaran ilmiah dari sesuatu objek dalam lingkungan alam
dan sosial.
4. Memupuk rasa ingin tahu siswa sebagai
modal sikap ilmiah seseorang calon ilmuan.
5. Membina rasa percaya diri sebagai
akibat keterampilan dan pengetahuan atau penemuan yang diperolehnya.
C. Peranan
Laboratorium
Adapun peranan laboratorium antara lain :
1. Laboratorium sebagai tempat timbulnya
berbagai masalah sekaligus sebagai tempat untuk memecahkan masalah tersebut.
2. Laboratorium sebagai tempat untuk
melatih keterampilan serta kebiasaan menemukan suatu masalah dan sikap teliti.
3. Laboratorium sebagai tempat yang dapat
mendorong semangat mahasiswa untuk memperdalam pengertian dari suatu fakta yang
diselidiki atau diamatinya.
4. Laboratorium berfungsi pula sebagai
tempat untuk melatih mahasiswa bersikap cermat, bersikap sabar dan jujur, serta
berpikir kritis dan cekatan.
5. Laboratorium sebagai tempat bagi para
peserta didik untuk mengembangkan ilmu pengetahuannya.
D. Manajemen
Laboratoium
Manajemen laboratorium (Laboratory management) adalah usaha
untuk mengelola laboratorium berdasarkan konsep manajemen baku. Suatu
laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh beberapa faktor yang
saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu manajemen
laboratoium adalah suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan
laboratoium sehari-hari.
Perangkat-perangkat manajemen
laboratoium yang dimaksud yaitu:
1. Tata ruang
Untuk tata ruang, sebaiknya ditata sedemikian
rupa sehingga laboratoium dapat berfungsi dengan baik. Tata ruang yang sempurna
dimulai sejak perencanaan gedung pada waktu dibangun. Tata ruang yang baik
harus mempunyai:
a. Mempunyai pintu masuk (in)
b. Mempunyai pintu keluar (out)
c. Mempunyai pintu darurat (emergency exit)
d. Ruang persiapan (preparation room)
e. Ruang peralatan (equipment room)
f. Ruang pengasapan (fume hood)
g. Ruang penyimpanan/gudang (storage room)
h. Ruang staf (staff room)
i. Ruang teknisi
j. Ruang seminar (seminar room)
k. Ruang kerja (activity room)
l. Ruang istirahat/ibadah
m. Ruang prasarana kebersihan
n. Ruang peralatan keselamatan kerja
o. Lemari praktikan (locker)
p. Lemari gelas (glass room)
q. Lemari alat-alat optic (opticals room)
r. Jendela kassa
s. Fan (untuk dehumidifier)
t. Ruang AC untuk alat-alat tertentu
2. Alat yang baik
dan terkalibrasi
Pengenalan terhadap peralatan
laboratoium merupakan kewajiban bagi setiap petugas laboratorium untuk
mengetahuinya, terutama mereka yang akan mengoperasikan peralatan tersebut.
Setiap alat yang dioperasikan itu harus benar-benar dalam kondisi:
a. Siap untuk dipakai (ready for use)
b. Bersih
c. Terkalibrasi
d. Tidak rusak
e. Beroperasi dengan baik
Peralatan laboratoium sebaiknya
dikelompokkan berdasarkan penggunaannya. Setelah selesai digunakan harus segera
dibersihakan kembali dan disusun seperti semula. Semua alat-alat ini sebaiknya
diberi penutup (cover), misalnya
plastik transparan, terutama bagi alat-alat yang memerlukannya.
a. Untuk alat-alat gelas
Alat-alat gelas harus selalu dalam keadaan
bersih, apalagi peralatan gelas yang sering dipakai. Untuk alat-alat gelas yang
memerlukan sterilisasi, sebaiknya di sterilisasi sebelum dipakai. Semua
alat-alat gelas ini seharusnya ditempatkan pada lemari khusus.
b. Untuk bahan-bahan kimia
Untuk bahan kimia yang bersifat asam dan
alkalis, sebaiknya ditempatkan pada ruang/kamar fume (untuk mengeluarkan
gas-gas yang mungkin timbul). Demikian juga untuk bahan-bahan yang mudah
menguap. Ruang fume perlu dilengkapi kipas agar udara/uap yang ada terpompa
keluar. Bahan kimia yang ditempatkan dalam botol berwarna coklat/gelap tidak
boleh terkenan sinar matahari langsung karena dapat menimbulkan panas dan
bahkan ledakan, sebaiknya ditempatkan pada lemari khusus.
c. Alat-alat mikroskop
Mikroskop dan peralatannya seharusnya disimpan
pada tempat-tempat yang kering dan tidak lembab. Kelembaban tinggi akan
menyebabkan lensa-lensa berjamur. Mikroskop selalu ditempatkan dalam kotak atau
lemari yang biasanya dilengkapi silica
gel, untuk lemari biasanya diberi lampu pijar 15-20 watt agar ruangannya
tetap selalu panas dan akan mengurangi kelembaban udara (dehumidifier air)
3. Infrastruktur
Keberadaan tata ruang laboratorium
tidak dapat dilepaskan dari bentuk laboratorium dan Infrastruktur laboratorium.
Betapun baiknya tata ruang jika tidak dilengkapi infrastruktur laboratrium yang
cukup, maka tata ruang tersebut pastinya tidak berfungsi sebagaimana yang
diharapkan. Infrastruktur laboratorium dibagi menjadi:
a. Laboratory assessment
Mencakup bahasan tentang lokasi laboratoium,
konstruksi, pintu, jendela, meja, atap, dinding, lampu, ventilasi, jenis
ruangan, AC, ruang bahan, ruang alat, ruang timbangan dan fasilitas lainnya.
b. Fasilitas umum (general service)
Mencakup pembahasan tentang kebutuhan listrik,
instalasi listrik, sumber air, bak penampungan, bak cuci, teknisi, dana dan
lain sebagainya.
4. Administrasi
laboratorium
Administrasi laboratoium meliputi segala
kegiatan administrasi yang ada di laboratoium, antara lain:
a. Inventarisasi peralatan laboratoium
b. Daftar kebutuhan alat baru, alat
tambahan, alat rusak, alat yang dipinjam dan dikembalikan
c. Surat keluar masuk
d. Daftar peminjaman/pemakaian alat
e. Daftar pemakaian laboratorium
f. Daftar inventarisasi bahan kimia dan
non kimia
g. Daftar bahan-bahan gelas
h. Daftar inventarisasi meubelair
i. Evaluasi dan pelaporan
5. Organisasi
laboratoium
Organisasi laboratorium meliputi struktur
organisasi, diskripsi pekerjaan, serta susunan personalia yang mengelola
laboratorium tersebut. Penanggung jawab tertinggi organisasi di dalam
laboratorium adalah kepala laboratorium. Kepala laboratorium bertanggung jawab
terhadap semua kegiatan yang dilakukan dan juga bertanggung jawab terhadap
seluruh peralatan yang ada begitu juga dengan anggota laboratorium yang berada
di bawah kepala laboratorium. Untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan pada
alat-alat laboratorium, keberadaan tenaga teknisi sangat diperlukan.
6. Fasilitas
pendanaan
Ketersediaan dana sangat diperlukan untuk
operasional laboratoium. Dana dapat diperoleh dari:
a. SPP
b. Anggaran rutin
c. Dana fakultas
d. Dana operasional
e. Dana lain-lain (sponsor/donor)
Biaya operasional
a. Penggunan listrik, air dan gas
b. ATK
7. Inventarisasi dan
keamanan
Kegiatan inventarisasi dan keamanan
laboratoium meliputi:
a. Semua kegiatan inventarisasi
b. Keamanan laboratorium, yaitu apakah
ada yang hilang, di curi, pindah tempat atau ada yang meminjamnya.
Tujuan yang ingin dicapai dari inventarisasi
dan keamanan ini adalah:
(1) Memcegah kehilangan dan penyalahgunaan
(2) Mengurangi biaya operasional
(3) Meningkatkan kualitas kerja
(4) Mengurangi resiko kehilangan
(5) Mencegah pemakaian berlebihan
8. Pengamanan
laboratorium (keselamatan)
a. Tanggung jawab
Kepala laboratorium, laboran, teknisi, serta
asisten bertanggung jawab penuh atas kecelakaan yang mungkin timbul. Karenanya
kepala laboratoium, laboran serta teknisi seharusnya dijabat oleh orang
berpengalaman
b. Kerapian
Semua koridor, jalan keluar, dan alat pemadam
harus bebas dari hambatan apapun. Lantai harus bersih dari air, minyak atau
bahan kimia yang dapat menyebabkan lantai menjadi licin.
c. Kebersihan
d. Perhatian terhadap tugas
Setiap mahasiswa harus berada pada pekerjaan
mereka masing-masing, jangan menggangu pekerjaan orang lain
e. Pakaian
Saat bekerja di laboratorium dilarang memakai
baju yang terlalu longgar, kancing terbuka, berlengan panjang, perhiasan dan
rambut harus selalu terikat atau rapi
f. Pertolongan pertama
Semua kecelakaan yang terjadi baik itu besar
maupun kecil harus ditangani di ruang pertolongan pertama. Jadi setiap
laboratoium harus memiliki kotak PPPK dan selalu mengontrol isinya.
g. Berlari dalam laboratoium
h. Pintu-pintu
Pintu-pintu harus dilengkapi dengan jendela
pengintip untuk mencegah terjadinya kebakaran
i. Alat-alat
Alat-alat harus ditempatkan di tengah meja,
agar tidak terjatuh ke lantai. Selain itu, alat-alat yang membutuhkan listrik
agar di dekatkan dengan sumber listrik. Demikian juga alat yang menggunakan air
dan gas.
9. Keterampilan SDM
Keterampilan para tenaga laboran harus
senantiasa ditingkatkan. Peningkatan keterampilan dapat diperoleh melalui
peningkatan tambahan seperti workshop, pelatihan ataupun magang.
E.
Kelengkapan Alat Dan Bahan
Dalam hal ini alat mempunyai peranan
yang sangat penting bahkan dapat menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan
proses praktikum. Secara garis besar alat, ada yang mudah dan ada yang sukar. Adapun
administrasi alat praktek, terdiri dari beberapa bagian antara lain :
1. Kartu stok adalah untuk mengetahui
jumlah alat/bahan yang tersedia di laboratorium dan tempat penyimpanannya
2. Buku inventaris, memuat catatan
tentang jumlah semua macam barang yang ada di laboratorium termasuk perabot
laboratorium
3. Buku harian kegiatan laboratorium
berguna untuk merekam semua kejadian dalam kegiatan laboratorium
4. Label, memuat kode alat, nama alat dan
jumlah alat dan keterangan mengenai kondisi alat tersebut
5. Format permintaan alat/bahan, biasanya
diisi oleh asisten bila akan melaksanakan kegiatan laboratorium dan diberikan
kepada laboran sebelum kegiatan dilakukan
6. Jadwal kegiatan laboratorium.
F.
Pelaksanaan Kegiatan Praktikum
Untuk melaksanakan kegiatan di laboratorium
perlu perencanaan yang sistematis agar dapat dicapai tujuan pembelajaran secara
optimal. Kegiatan praktikum dapat dilaksanakan di dalam laboratorium atau di
luar laboratorium (di lapangan), tergantung pada kepentingannya di dalam
membahas konsep dan subkonsep. Dalam hal ini asisten dengan pertimbangannya
dapat mengetahui alat mana yang dapat di bawa ke lapangan dan mana yang harus
ada di laboratorium atau tidak mungkin di bawa ke luar.
Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan
laboratorium adalah sebagai berikut :
1. Dosen pada awal tahun semester
sebaiknya menyusun program semester. Tujuannya untuk mengidentifikasi kebutuhan
alat/bahan serta menyusun jadwal dan untuk keperluan supervisi.
2. Setiap akan melaksanakan kegiatan
laboratorium, asisten sebaiknya mengisi format permintaan/peminjaman alat/bahan
kemudian diserahkan kepada penanggung jawab teknis laboratorium atau laboran.
Ini diperlukan untuk mempersiapkan alat/bahan serta mengecek fungsi tiap-tiap
alat.
3. Di laboratorium, dosen tidak hanya
memberikan bimbingan kepada mahasiswa untuk melakukan eksperimen, tetapi dapat
pula menyampaikan konsep atau subkonsep non eksperimen, yang memerlukan alat
bantu.
4. Kegiatan di lapangan juga dapat
dilakukan yang merupakan laboratorium alam. Dalam melaksanakan kegiatan di laboratorium
alam ini adalah untuk menyampaikan atau menerapkan aplikasi-aplikasi dari
materi dalam kehidupan sehari-hari.